Sabtu, 19 November 2016

coba

 Nah,karena sudah terlalu lama dan letih, dan juga sepertinya bapak supir jalannya lumayan lama (mungkin factor jalanan   rame kali ya) kami memutuskan untuk langsung ke hotel saja. Kebetulan hotelnya dekat dari monas,rencananya bisa ke monas sore-sore.
   Sampai di hotel, badan kecapaian karena lama dijalan. Akhirnya kami memutuskan untuk keluar makan malam saja di d’cost vip yang masih dekat dari hotel.

Kita lanjut ke esok harinya ya.
   Setelah keluar dari hotel, kami menuju MONAS.  Di perjalanan, beberapa cerita tentang perubahan Jakarta yang menjadi lebih  bersih dan teratur menjadi cerita yang menarik. Saya penasaran, bagaimana dulu Jakarta sebenarnya. Pemerintahan yang sekarang –pak Ahok- menjadi penyegar bagi masyarakat Jakarta yang merindukan ketegasan (kata pak supirnya gitu, ini bukan kampanye ya).
   Sampai di Monas, setelah parkir kendaraan, kami kebingungan mau masuk darimana. Akhirnya, seorang satpam memberikan arah pintu masuk. Pintu masuknya memang tertutup karena banyaknya kios dan para pedagang menjajakan jualannya. Menurut kak Eka, saat dia dtg kesini terakhir kali, para pedagang berada di halaman monas menjajakan jualanannya. Tapi sekarang, sudah rapi dan enak di pandang mata.